Awardee AAS ke Monash

Dari Kampung ke Ivy League

Budi | 27 Jan 2026
Budi
Bahasa Inggris saya pas-pasan. IELTS cuma 5.5 saat pertama kali tes. Rasanya ingin mengubur mimpi kuliah di luar negeri karena syarat minimal kampus tujuan adalah 6.5. Saya berasal dari kampung di mana akses belajar bahasa Inggris sangat terbatas, dan rasanya mustahil untuk mengejar ketertinggalan itu dalam waktu singkat.

Tapi saya ingat pesan orang tua, 'kalau orang lain bisa, kamu juga pasti bisa asal mau berusaha lebih keras'. Saya memutuskan bergabung dengan program intensif di Edensor. Selama 6 bulan, hari-hari saya diisi dengan drill soal, listening, speaking practice, dan feedback rutin dari tutor yang sangat sabar. Tidak ada hari libur bagi saya, fokus hanya satu: menaklukkan IELTS.

Hasil tidak mengkhianati usaha. Di tes kedua, skor saya melesat. Bahkan cukup untuk mendaftar beasiswa AAS. Perjuangan panjang dari kampung halaman akhirnya membawa saya ke Monash University. Ini bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang jika kita punya tekad yang kuat dan mentor yang tepat.

Tertarik mengikuti jejak Budi?

Konsultasikan persiapan studimu bersama Edensor Indonesia.

Konsultasi Gratis